JAKARTA (BR) – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk masa depan bangsa, tidak hanya sebagai ibu dan pendidik generasi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi keluarga dan nasional.
“Perempuan saat ini memiliki peran penting dalam ketahanan ekonomi keluarga. Keputusan-keputusan kecil di rumah bisa berdampak besar, apalagi jika didukung dengan literasi keuangan yang baik,” ujar Rini dalam acara edukasi finansial bertajuk “Perempuan Cerdas dan Berinvestasi Emas” yang diselenggarakan oleh Ikatan Pimpinan Tinggi (PIMTI) Perempuan Indonesia di Jakarta.
Rini menyebut, kemampuan perempuan dalam mengelola keuangan rumah tangga secara bijak berkontribusi langsung pada kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat ekonomi nasional. “Perempuan adalah manajer keuangan rumah tangga, pengambil keputusan konsumsi, dan penggerak aktivitas produktif,” jelasnya.
Menjawab tantangan dalam pengelolaan keuangan, Rini mendorong perempuan untuk mengenal strategi keuangan adaptif, salah satunya melalui investasi emas. “Data global menunjukkan bahwa harga emas meningkat signifikan dalam dua dekade terakhir. Ini menjadikan emas sebagai instrumen investasi menjanjikan untuk membangun ketahanan finansial jangka panjang,” katanya.
Pemerintah juga telah meresmikan pendirian Bank Emas (Bullion Bank) pada 26 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari strategi nasional untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi melalui investasi emas.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Elvi Rofiqotul Hidayah, menyampaikan komitmen Pegadaian dalam memperkuat ekosistem emas nasional. Pegadaian menawarkan berbagai produk berbasis emas seperti angsuran dan tabungan emas yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masyarakat.
“Melalui tabungan emas, nasabah bisa menabung dengan nominal fleksibel setiap bulan. Misalnya, bulan ini Rp1 juta, bulan depan Rp10 juta, atau bahkan Rp500 ribu. Semuanya dikonversi menjadi emas,” jelas Elvi.
Program ini diharapkan mampu mendorong perempuan Indonesia untuk semakin melek finansial dan menjadi aktor utama dalam pembangunan ekonomi keluarga dan bangsa.
sumber : menpan.go.id

