Friday, October 30, 2026
HomeBatamWarga Kemuning Permata Keluhkan Dampak Cut and Fill, Perusahaan Akui Izin Pemotongan...

Warga Kemuning Permata Keluhkan Dampak Cut and Fill, Perusahaan Akui Izin Pemotongan Bukit Kadaluarsa

BATAM (BR) – Warga Perumahan Kemuning Permata Residence, Kecamatan Sei Beduk, mengeluhkan aktivitas cut and fill atau pemotongan bukit yang dilakukan PT Cakrawala Sukses Mandiri. Kegiatan tersebut dinilai berdampak langsung pada lingkungan pemukiman, terutama saat musim hujan.

Ketua RW16 Kemuning Permata Residence, Supardi, mengatakan pengerjaan pemotongan bukit di kawasan itu sudah berlangsung sejak 2020 lalu. Awalnya proyek dikerjakan oleh PT Sakina, namun sempat terhenti akibat terkendala perizinan. Kini, proyek dilanjutkan oleh perusahaan baru, PT Cakrawala Sukses Mandiri.

“Sudah lama bukit itu dikeruk, bahkan sejak tahun 2020. Dulu dikerjakan PT Sakina, sekarang berganti PT Cakrawala Sukses Mandiri,” ujar Supardi, Jumat (8/8/2025).

Menurutnya, aktivitas tersebut diperuntukkan untuk pembangunan perumahan, namun membawa dampak bagi warga di lima RT, yakni RT03, RT04, RT05, RT08, dan RT09. Saat hujan deras, air dari bukit mengalir deras ke jalan perumahan sehingga memicu kekhawatiran banjir dan kerusakan infrastruktur.

“RW16 menaungi sembilan RT, dan lima di antaranya terdampak langsung. Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi bencana baru bertindak,” tegasnya.

Supardi juga menuturkan, warga mempertanyakan izin resmi pengerjaan tersebut. Ia mengaku sudah mendampingi Kapolsek Sei Beduk dan Ditrekrimsus Polda Kepri meninjau lokasi serta meminta aktivitas dihentikan.

“Beberapa waktu lalu saya dampingi Kapolsek dan Ditrekrimsus Polda ke lokasi untuk mempertanyakan izinnya. Setelah itu pengerjaan sempat dihentikan,” paparnya.

Sementara itu, perwakilan PT Cakrawala Sukses Mandiri, Leo Anggara Saputra, membenarkan bahwa lahan tersebut milik perusahaannya. Ia mengklaim seluruh izin dari BP Batam sudah dimiliki, namun izin pemotongan bukit telah kadaluarsa dan perlu diperpanjang.

“Izin kita semua lengkap, hanya izin pemotongan bukit yang sudah tidak aktif. Kita sudah koordinasi dengan BP Batam untuk mencari solusi, karena investasi harus terus berjalan,” ujar Leo.

Leo mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan BP Batam dan disepakati akan ada pengecekan lapangan oleh konsultan yang ditunjuk BP Batam.

“Nanti konsultan BP Batam akan turun ke lokasi mengecek dampak dari aktivitas pemotongan bukit. Untuk sementara, aktivitas kami hentikan sampai hasil survei keluar,” jelasnya.

Ia menambahkan, setelah survei selesai, akan dilakukan rapat bersama untuk mencari solusi agar pengerjaan bisa dilanjutkan tanpa mengganggu lingkungan.

“Karena investasi ini harus terus berjalan,” pungkasnya.(*)

RELATED ARTICLES
spot_img

BATAM