BATAM (BR) – Laga final sepak bola putra PORKOT Batam VI Tahun 2025 menghadirkan drama menegangkan di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Sabtu (14/9/2025). Pertemuan dua tim kuat, Kecamatan Sekupang dan Kecamatan Sei Beduk, berakhir dengan skor imbang 0-0 di waktu normal dan harus ditentukan lewat adu penalti.
Pertandingan ini disaksikan langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, Aweng Kurniawan, bersama sejumlah anggota DPRD Batam, di antaranya Anwar Anas, Yunus Muda, Rival Pribadi, Yefri, Mustofa, hingga Jimmi Siburian. Tak ketinggalan, Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, juga turut memberikan dukungan langsung dari tribun kehormatan.

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, kedua tim tampil ngotot. Sei Beduk memiliki sejumlah peluang emas, namun penyelesaian akhir yang terburu-buru membuat mereka gagal memecah kebuntuan. Sementara itu, Sekupang mengandalkan serangan balik cepat untuk mengancam pertahanan lawan.
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan semakin panas. Serangan demi serangan saling berganti, namun dewi fortuna belum berpihak pada Sei Beduk yang sejatinya tampil lebih dominan. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor tetap 0-0.
Drama akhirnya tersaji di babak adu penalti. Lima penendang Sekupang berhasil menjalankan tugas dengan sempurna, sedangkan Sei Beduk hanya mampu mencetak tiga gol. Sekupang pun keluar sebagai juara dengan skor akhir 5-3.
Ketua ASKOT PSSI Batam, Rival Pribadi, mengaku bangga atas jalannya turnamen ini. “Atmosfer pertandingan luar biasa, penonton penuh, dan para pemain tampil maksimal. Ke depan, pemain-pemain ini akan diproyeksikan memperkuat Batam di level provinsi,” ujarnya.
Kemenangan ini memastikan Kecamatan Sekupang meraih medali emas sepak bola putra PORKOT Batam VI, sementara Sei Beduk harus puas dengan medali perak. Pertandingan final ini menjadi bukti bahwa PORKOT Batam bukan hanya ajang prestasi, tetapi juga pesta olahraga yang membangkitkan semangat sportivitas dan kebersamaan.(*)

