BATAM – Anggota DPD RI asal Kepri, Ria Saptarika, melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar MPR di RW. 07 Kelurahan Sadai, kecamatan Bengkong, Batam, Minggu (14/9). Kegiatan ini dihadiri ratusan warga dari berbagai kalangan, mulai tokoh masyarakat, pemuda, hingga ibu-ibu PKK dan majelis taklim.
Sosialisasi ini digelar dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap empat konsensus kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Ria menegaskan, empat pilar ini harus menjadi landasan bersama dalam menghadapi dinamika bangsa yang semakin kompleks.
“Kita tidak boleh lengah, tantangan kebangsaan semakin berat. Disrupsi digital, polarisasi politik, hingga isu global seperti krisis pangan dan energi menuntut bangsa ini tetap solid berpegang pada Empat Pilar,” ujar Ria dalam sambutannya.
Kegiatan ini berlangsung di tengah suasana nasional yang masih hangat dengan berbagai aksi unjuk rasa terkait kebijakan pemerintah pusat. Menurut Ria, perbedaan pendapat adalah bagian dari demokrasi, namun harus dikelola dalam bingkai konstitusi.
“Jangan sampai demo berubah menjadi perpecahan. Kita bisa berbeda pandangan, tapi jangan kehilangan kesatuan. Inilah semangat yang diwariskan para pendiri bangsa,” katanya menegaskan.
Sosialisasi di kecamatan Bengkong ini juga dikaitkan dengan momentum HUT RI ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ria mengajak warga menjadikan peringatan ini sebagai refleksi memperkuat rasa cinta tanah air sekaligus menjaga persatuan.
“Kemerdekaan yang kita nikmati saat ini bukan hadiah, melainkan hasil perjuangan. Maka tugas kita adalah merawatnya dengan memegang teguh empat pilar bangsa,” ujarnya.
Acara berlangsung hangat dengan diskusi interaktif. Warga menyampaikan aspirasi terkait masalah pendidikan, akses kesehatan, hingga pembangunan lingkungan. Ria menampung semua masukan tersebut dan berjanji menyuarakannya di tingkat nasional.
Endra Felani, salah seorang ketua RT yang hadir, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi Empat Pilar sangat penting, apalagi di tengah derasnya arus informasi yang sering menimbulkan disinformasi. “Kami jadi lebih paham bagaimana menjaga kebersamaan meski berbeda pendapat,” ucapnya.
Ria juga menyinggung pentingnya peran generasi muda. Menurutnya, Gen Z dan milenial yang mendominasi jumlah pemilih ke depan harus memahami nilai-nilai kebangsaan agar tidak terjebak dalam arus politik identitas.
“Anak-anak muda ini kunci masa depan. Mereka harus kritis, tapi juga tetap berpegang pada semangat persatuan. Kalau hilang, maka bangsa ini bisa mudah terbelah,” tambahnya.
Kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR di RW. 07 Sadai ditutup dengan doa bersama dan penyerahan cendera mata kepada perwakilan warga. Ria menegaskan akan terus turun ke masyarakat di berbagai daerah Kepri untuk memastikan nilai kebangsaan tetap hidup di tengah masyarakat.
“Ini bukan hanya program MPR, tapi panggilan sejarah. Kita semua wajib menjaga persatuan agar Indonesia semakin kuat memasuki abad keduanya,” pungkasnya.

