BATAM (BR) – Aliansi Pemuda Melayu (APM) turut memberikan pandangan terkait polemik pernyataan Anggota DPR RI Dapil Kepulauan Riau, Endipat Wijaya, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) beberapa waktu lalu.
Koordinator Umum APM, Pian, menegaskan bahwa pernyataan Endipat Wijaya sejatinya merupakan bentuk koreksi sebagai Anggota Komisi I DPR RI yang memiliki fungsi pengawasan dan merupakan mitra kerja Komdigi.
“Inti pernyataan Bang Endipat adalah mendorong Komdigi agar lebih maksimal menjalankan perannya sebagai corong komunikasi pemerintah kepada masyarakat, khususnya di tengah bencana yang terjadi di wilayah Sumatra,” ujar Pian di Batam, Kamis, (18/12/2025).
Menurut Pian, saat bencana melanda Sumatra, pemerintah dinilai kerap dipersepsikan lambat bergerak di ruang media sosial. Kondisi tersebut kemudian dimanfaatkan dengan berbagai narasi yang menyudutkan pemerintah dalam penanganan pascabencana. Hal inilah yang menjadi latar belakang pernyataan Endipat Wijaya dalam forum resmi tersebut.
“Terkait penggunaan diksi dan perumpamaan yang dinilai kurang tepat, itu bukanlah maksud yang sebenarnya. Bang Endipat sama sekali tidak berniat mengecilkan atau merendahkan kerja-kerja relawan yang selama ini berada di garda terdepan membantu masyarakat terdampak bencana,” tegas Pian.
Pian juga menyoroti munculnya framing negatif di Kepulauan Riau yang seolah-olah menyudutkan Endipat Wijaya, mulai dari tudingan sikap arogan hingga dikaitkan dengan isu marwah Melayu sebagai daerah yang diwakilinya di DPR RI.
“Inilah yang perlu diluruskan. Jangan sampai polemik ini dibangun di atas kesalahpahaman dan narasi yang tidak utuh,” tandasnya.
Lebih lanjut, Pian mengingatkan bahwa Endipat Wijaya secara pribadi telah menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang timbul akibat pernyataannya, baik melalui media lokal maupun nasional.
“Setelah permohonan maaf itu disampaikan, apalagi yang kita harapkan? Untuk apa persoalan ini terus melebar ke mana-mana. Hal itu justru berpotensi memprovokasi dan mengganggu stabilitas sosial di Kepulauan Riau,” ujarnya.
Aliansi Pemuda Melayu pun mengajak seluruh elemen masyarakat Kepulauan Riau untuk bersikap bijak dan dewasa dalam menyikapi polemik tersebut.
“Hari ini yang lebih penting adalah memperkuat solidaritas untuk saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana. Sudahi polemik yang tidak substansial, baik di tengah masyarakat maupun di ruang-ruang media sosial,” tutup Pian.(*)

