BATAM (BR) – Wakil Ketua I DPRD Kota Batam dari Fraksi Partai Gerindra Aweng Kurniawan, turun langsung menyerap aspirasi masyarakat melalui Reses Perdana Masa Persidangan III Tahun Anggaran 2026 di Perumahan Akasia Garden Tahap 1, RT 002/RW 015, Kelurahan Patam Lestari, Kecamatan Sekupang, Kota Batam.
Kegiatan reses tersebut berlangsung hangat dan dihadiri Camat Sekupang Ersan, Lurah Patam Lestari Redo Lithrony Fourty Grav, Ketua RW 015 Muchotim, Ketua LPM Patam Lestari, serta para pengurus RT 001 hingga RT 008 di lingkungan RW 015.
Dalam kesempatan tersebut, Aweng menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum bagi anggota DPRD untuk turun langsung mendengar kebutuhan masyarakat di daerah pemilihan (dapil) Sekupang dan Belakang Padang.
Menurutnya, aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan penting dalam penyusunan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kota Batam, khususnya terhadap kebutuhan pembangunan yang menjadi prioritas warga.
“Tujuan reses ini adalah untuk menampung dan menjaring aspirasi, masukan, serta keluhan dari Bapak dan Ibu sekalian. Saya berharap pengurus RT, RW, dan tokoh masyarakat dapat berdiskusi menentukan usulan yang paling prioritas agar dapat kami kawal melalui Pokok Pikiran (Pokir) DPRD,” ujar Aweng.
Warga Apresiasi Perhatian Aweng terhadap Pembangunan
Tokoh Masyarakat Perumahan Akasia Garden Muchotim menyampaikan apresiasi terhadap perhatian Aweng Kurniawan terhadap pembangunan di wilayahnya.
Ia menyebut sejumlah kebutuhan infrastruktur di kawasan RW 015 telah mendapat perhatian, termasuk perbaikan dan pengaspalan jalan serta dukungan pembangunan melalui program reses yang saat ini berjalan di kawasan TRB.

Menurut Muchotim, perhatian tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara masyarakat dan wakil rakyat dalam mendorong percepatan pembangunan di tingkat lingkungan.
Sementara itu, Lurah Patam Lestari Redo Lithrony Fourty Grav mengajak masyarakat memanfaatkan reses sebagai ruang menyampaikan kebutuhan pembangunan secara langsung.
Ia menilai sinergi antara masyarakat, legislatif dan pemerintah daerah sangat diperlukan agar setiap persoalan di lingkungan dapat dipetakan dan ditindaklanjuti sesuai skala prioritas.
Pemko Batam Fokus Tangani Banjir hingga Pendidikan
Camat Sekupang Ersan dalam kesempatan tersebut turut memaparkan sejumlah program prioritas Pemerintah Kota Batam yang dilaksanakan melalui sinergi dengan DPRD Kota Batam.
Salah satu perhatian utama adalah penanganan banjir dan perbaikan drainase. Pemerintah berencana melanjutkan pembangunan drainase sepanjang sekitar 100 meter serta melakukan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk normalisasi alur sungai.
Selain persoalan banjir, pemerintah juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.
Di sektor pelayanan publik, Ersan menyampaikan komitmen Pemko Batam terhadap layanan kesehatan gratis bagi masyarakat dengan menunjukkan KTP Batam.
Sementara di bidang pendidikan, pemerintah terus mendukung program penyediaan seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP.
Warga Sampaikan Sejumlah Usulan Prioritas
Sesi dialog menjadi bagian penting dalam kegiatan reses tersebut. Sejumlah warga dan kelompok masyarakat menyampaikan aspirasi yang dinilai perlu segera mendapat perhatian.
Pengurus RT 002 menyerahkan proposal dukungan kegiatan masyarakat dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sementara itu, Kader Posyandu Kenanga 9, Upi, mengusulkan revitalisasi sarana gedung Posyandu serta pembangunan pagar keliling pada fasilitas umum di kawasan tersebut.
Usulan itu selanjutnya akan dikoordinasikan secara teknis dengan perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertamanan (Perkim) serta Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Batam.
Aspirasi lainnya datang dari Tri Susilowati yang mengusulkan bantuan seragam bagi kader Posyandu dan kelompok seni Kompang. Usulan tersebut telah dicatat untuk diupayakan dalam tahun anggaran berikutnya.
Tak kalah penting, warga bernama Joni Wandi mengusulkan penyediaan ruang bermain anak sekaligus normalisasi parit utama yang selama ini menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mencegah banjir di kawasan permukiman.
Untuk usulan tersebut, akan dilakukan survei lapangan bersama Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, pihak kecamatan, kelurahan, serta pengurus RT/RW.
Aweng: Aspirasi Warga Akan Dikawal
Aweng Kurniawan menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dicatat dan dikawal sesuai kewenangan DPRD.
Untuk usulan yang membutuhkan dukungan anggaran daerah, pihak DPRD akan mengupayakan agar dapat masuk dalam pembahasan Anggaran Perubahan APBD 2027, dengan tetap mempertimbangkan skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah.
Ia berharap reses tersebut tidak berhenti pada penyampaian aspirasi, tetapi menjadi awal dari proses pengawalan pembangunan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Yang paling penting adalah usulan yang disampaikan masyarakat harus jelas prioritasnya. Kami akan berupaya mengawal aspirasi tersebut sesuai mekanisme dan kemampuan anggaran pemerintah daerah,” kata Aweng.
Reses tersebut sekaligus menjadi ruang memperkuat komunikasi antara DPRD Kota Batam, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta masyarakat dalam mendorong pembangunan yang lebih merata, khususnya di wilayah Sekupang.(*)

