Friday, October 30, 2026
HomeEkbisPerkuat Ekonomi Digital, XLSMART Bangun Kabel Laut CANDLE Sepanjang 8.000 Km

Perkuat Ekonomi Digital, XLSMART Bangun Kabel Laut CANDLE Sepanjang 8.000 Km

BATAM (BR) – Infrastruktur konektivitas digital Indonesia kembali diperkuat. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) mulai memasuki tahapan penting pembangunan CANDLE Cable System, sistem komunikasi kabel laut (SKKL) sepanjang sekitar 8.000 kilometer yang menghubungkan Indonesia dengan sejumlah negara di Asia.

Tahapan tersebut ditandai dengan pendaratan Golden Buoy CANDLE Cable System di Tanjung Bemban, Batam, Jumat (11/9/2026).

Proyek yang mulai dikerjakan sejak Desember 2024 itu ditargetkan mulai beroperasi pada 2028. Kehadiran CANDLE diharapkan menambah kapasitas sekaligus pilihan konektivitas internasional bagi Indonesia, khususnya untuk memenuhi kebutuhan dunia usaha yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi digital.

Direktur & Chief Enterprise Business Officer XLSMART, Andrijanto Muljono, mengatakan pembangunan CANDLE merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk menjawab kebutuhan konektivitas Indonesia.

“CANDLE merupakan investasi strategis untuk mempersiapkan kebutuhan konektivitas Indonesia dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi digital membutuhkan kapasitas yang semakin besar dan akses yang semakin luas ke jaringan global,” ujar Andrijanto.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya berorientasi pada penambahan jaringan, tetapi juga diharapkan membuka akses yang lebih luas bagi pelaku usaha Indonesia untuk berkembang dan terhubung dengan ekosistem digital regional.

CANDLE Cable System nantinya membentang menghubungkan Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Taiwan hingga Jepang. Proyek ini dikembangkan melalui XLSMART for BUSINESS bersama sejumlah mitra, yakni Meta, Globe Telecom, IPS Inc., Telekom Malaysia dan SoftBank Japan, dengan NEC sebagai mitra teknologi.

Pemilihan Tanjung Bemban, Batam, sebagai salah satu titik pendaratan kabel laut tersebut bukan tanpa alasan.

Batam dinilai memiliki posisi strategis karena berada di jalur perdagangan dan konektivitas regional, sekaligus memiliki potensi besar dalam pengembangan ekosistem digital dan data center.

Wilayah Batam juga telah menjadi salah satu lokasi berkembangnya infrastruktur digital, termasuk kehadiran sejumlah perusahaan telekomunikasi dan hyperscaler. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap jaringan internasional berkapasitas besar semakin meningkat.

Melalui CANDLE, data center di Batam nantinya dapat terkoneksi dengan negara-negara yang berada di sepanjang jalur kabel tersebut.

Konektivitas itu diharapkan mampu mendukung kebutuhan pelanggan enterprise terhadap layanan digital berkapasitas tinggi, andal dan fleksibel, termasuk untuk pengembangan cloud computing, artificial intelligence (AI) serta berbagai layanan digital lainnya.

Andrijanto mengatakan kebutuhan perusahaan terhadap konektivitas terus mengalami peningkatan seiring bertambahnya volume data dan penggunaan layanan digital.

“Bagi pelanggan enterprise, CANDLE memberikan pilihan konektivitas internasional yang lebih luas, berkapasitas tinggi, reliable, dan scalable. Kapabilitas tersebut penting untuk menjawab kebutuhan perusahaan yang terus berkembang seiring semakin besarnya penggunaan data dan layanan digital,” katanya.

Bagi Batam, keberadaan landing point CANDLE dinilai dapat menjadi salah satu penguat posisi kota tersebut dalam ekosistem digital regional.

Konektivitas langsung dengan sejumlah negara di Asia membuka peluang bagi pengembangan data center, layanan digital serta aktivitas bisnis yang membutuhkan jaringan internasional dengan kapasitas besar.

XLSMART menyatakan pembangunan CANDLE juga terus dikoordinasikan bersama pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. Proses perizinan dilakukan untuk memastikan pembangunan dan pengoperasian infrastruktur tersebut berjalan sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku.

Andrijanto menegaskan CANDLE tidak sekadar menjadi proyek pembangunan kabel bawah laut, tetapi bagian dari upaya memperluas akses Indonesia terhadap jaringan digital regional.

“CANDLE bukan hanya tentang membangun jalur konektivitas baru, tetapi membuka akses yang lebih luas bagi Indonesia ke ekosistem digital regional. Kami berharap infrastruktur ini dapat memberikan manfaat bagi dunia usaha, mendukung pertumbuhan ekosistem digital, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perkembangan ekonomi digital Asia,” pungkasnya.(*)

RELATED ARTICLES
spot_img

BATAM