Friday, October 30, 2026
HomeTanjungpinangKetua DPRD Kepri Iman Sutiawan: Gerindra Kawal Kasus Penganiayaan ART Sumba Sampai...

Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan: Gerindra Kawal Kasus Penganiayaan ART Sumba Sampai Tuntas

TANJUNGPINANG (BR) – Kecaman terhadap kasus penganiayaan brutal yang menimpa seorang Asisten Rumah Tangga (ART) asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), di kawasan Sukajadi, Batam, terus bergulir. Kali ini, suara keras datang dari Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra Kepri, Iman Sutiawan.

Dalam pernyataannya, Iman mengecam keras tindakan keji tersebut. Ia menyebut perlakuan terhadap korban sebagai perbuatan biadab yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan hukum.

“Saya mengecam keras perbuatan tidak manusiawi ini. Korban datang untuk bekerja, bukan untuk disiksa. Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi penghinaan terhadap martabat manusia. Ini harus menjadi yang pertama dan terakhir di Batam,” tegas Iman di Tanjungpinang, Senin (23/6).

Iman menegaskan bahwa negara dan hukum harus hadir untuk melindungi korban. Ia pun telah menginstruksikan kader Fraksi Gerindra di DPRD Kepri, Andi S. Mukhtar, untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.

Merespons langsung arahan tersebut, Andi S. Mukhtar yang juga menjabat Ketua Perkumpulan Keluarga NTT (PKNTT) Kepri menyatakan kesiapan penuh untuk mengawal kasus ini dari awal hingga akhir.

“Saya telah menerima instruksi dari Ketua DPD Gerindra Kepri, Bapak Iman Sutiawan, untuk memastikan proses hukum berjalan dan korban mendapat keadilan. Kami tidak akan tinggal diam,” tegas Andi di Batam.

Andi menyebut kasus ini bukan hanya kriminal semata, tapi juga menjadi luka sosial yang dalam bagi warga NTT di Kepri.

“Kami sangat marah. Ini menyentuh harga diri kami sebagai orang Timur. Korban adalah bagian dari keluarga besar kami. Dan kami akan pastikan ia mendapat perlindungan, pendampingan, dan keadilan,” lanjutnya.

Sebagai Ketua PKNTT, Andi menyatakan telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, lembaga advokasi, dan tokoh masyarakat untuk mendorong penanganan kasus ini secara adil dan transparan.

“Kami kawal sampai tuntas. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Korban harus mendapat keadilan, dan pelaku harus dihukum seberat-beratnya. Ini bukan soal politik, ini soal kemanusiaan,” pungkasnya.(*)

RELATED ARTICLES
spot_img

BATAM