Friday, October 30, 2026
HomeEkbisPT STANIA Resmi Berdiri di Batam, Dukung Hilirisasi Mineral Nasional

PT STANIA Resmi Berdiri di Batam, Dukung Hilirisasi Mineral Nasional

BATAM (BR) – PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA), anak perusahaan dari Arsari Tambang, resmi berdiri di kawasan Tunas, Prima Industrial Estate, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (10/7). Peresmian pabrik ditandai dengan seremoni yang dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Komisaris Utama Arsari Tambang Hashim S. Djojohadikusumo dan Direktur Utama Arsari Tambang Aryo P. S. Djojohadikusumo.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Harris Pratamura, Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan, Kepala BP Batam Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra.

Komisaris Utama Arsari Tambang Hashim S. Djojohadikusumo menandatangani prasasti ditandai dengan peresmian PT Solder Tin Andalan Indonesia. Foto Tengku Bayu.
Komisaris Utama Arsari Tambang Hashim S. Djojohadikusumo menandatangani prasasti ditandai dengan peresmian PT Solder Tin Andalan Indonesia. Foto Tengku Bayu.

Pabrik solder ini berdiri di atas lahan seluas 6.500 meter persegi dan mulai dibangun sejak 10 Mei 2024. Fasilitas tersebut kini siap memproduksi hingga 2.000 ton solder bar per tahun. Ke depannya, kapasitas akan ditingkatkan hingga 16.000 ton per tahun, mencakup produksi solder wire, powder, dan paste.

“Peresmian pabrik solder ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam mendukung hilirisasi nasional dan menjawab tantangan global menuju transisi energi dan keberlanjutan,” ujar Hashim S. Djojohadikusumo dalam sambutannya.

STANIA menjadi produsen solder di Indonesia yang sepenuhnya berbasis hilirisasi mineral dan menerapkan prinsip keberlanjutan. Seluruh operasional pabrik menggunakan listrik dari sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) milik PLN, yang telah disertifikasi Renewable Energy Certificate (REC). Desain gedung juga dirancang hemat energi, dengan atap transparan untuk pencahayaan alami.

Direktur Utama Arsari Tambang, Aryo P. S. Djojohadikusumo menegaskan, keberadaan STANIA adalah bagian dari visi besar untuk membangun ekosistem industri timah yang berkelanjutan. “Kami ingin menunjukkan bahwa industri tambang bisa menjadi pelopor keberlanjutan,” ujarnya.

Komisaris Utama Arsari Tambang Hashim S. Djojohadikusumo meninjau PT Solder Tin Andalan Indonesia usai peresmian dan melihat kesiapan pabrik. Foto Tengku bayu
Komisaris Utama Arsari Tambang Hashim S. Djojohadikusumo meninjau PT Solder Tin Andalan Indonesia usai peresmian dan melihat kesiapan pabrik. Foto Tengku bayu

Dalam mendukung operasionalnya, STANIA telah menandatangani Head of Agreement (HoA) dengan PT Freeport Indonesia untuk pengadaan timbal dan perak sebagai bahan baku utama. Selain itu, STANIA juga menjalin kerja sama dengan Volex, perusahaan global penyedia solusi konektivitas, guna memperluas pasar ekspor solder Indonesia.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu menyampaikan apresiasinya atas langkah strategis yang ditempuh STANIA. “Hilirisasi adalah prioritas pemerintah untuk menciptakan nilai tambah dan memperkuat daya saing industri nasional,” katanya.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad juga menyambut baik investasi ini. “Hadirnya PT STANIA membawa teknologi, membuka lapangan kerja, dan berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Dengan target pendapatan mencapai Rp1 triliun, PT Solder Tin Andalan Indonesia diharapkan menjadi motor penggerak industri hilirisasi mineral nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global produk elektronik berbasis timah.(*)

RELATED ARTICLES
spot_img

BATAM