BATAM (BR) – Komitmen Panbil Group terhadap pembangunan berkelanjutan kembali ditunjukkan melalui aksi nyata anak perusahaannya, PT Batam Sarana Propertindo (PT BSP), selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh. Dalam upaya mengembangkan kawasan ini, PT BSP secara aktif memperhatikan aspek sosial dan lingkungan, terutama terhadap masyarakat pesisir, termasuk komunitas Suku Laut di Pulau Tanjung Sauh.
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, PT BSP tidak hanya melakukan pendekatan berbasis dialog terbuka dengan masyarakat, tetapi juga mengedepankan solusi yang adil dan humanis. Warga terdampak memperoleh ganti rugi yang layak, bahkan melebihi nilai wajar, sesuai kondisi masing-masing kepemilikan. Selain itu, perusahaan juga memastikan tersedianya fasilitas dan infrastruktur lengkap di lokasi relokasi, termasuk rumah layak huni.
Tak hanya sekadar mengganti kerugian, PT BSP juga memberdayakan masyarakat secara langsung. Seluruh tenaga kerja untuk pembangunan rumah relokasi, posko pengamanan tiga pilar, rumah seni budaya di SDN 003 Nongsa, serta relokasi lahan makam, berasal dari Pulau Tanjung Sauh dan Kelurahan Ngenang. Langkah ini menjadi wujud nyata pemberdayaan 100% masyarakat lokal dalam proses pembangunan.
Di kawasan relokasi, PT BSP menyediakan fasilitas air bersih dan listrik yang beroperasi selama 24 jam. Semua biaya, termasuk penggantian kelong, pemasangan meteran air dan listrik, hingga pembangunan pos keamanan, ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara signifikan.
Hingga saat ini, sebanyak 95 unit rumah telah rampung dibangun dan siap dihuni. Selain itu, PT BSP juga menyerahkan 77 kavling tanah kepada warga terdampak sebagai bentuk ganti rugi. Bagi warga yang memilih membangun rumah sendiri, perusahaan menyediakan kavling sebagai alternatif yang dapat dimanfaatkan di kemudian hari.
Penentuan lokasi relokasi juga dilakukan secara strategis, dengan mempertimbangkan akses ke fasilitas umum seperti sekolah dan rumah ibadah. Seluruh biaya pembangunan, pemindahan, hingga penyediaan fasilitas ditanggung oleh perusahaan, tanpa memberatkan warga sedikit pun.
Saat ini, PT BSP terus menyempurnakan berbagai program pemberdayaan dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang ditujukan bagi warga terdampak. Perusahaan memastikan kolaborasi dengan komunitas lokal dan mitra lainnya berjalan berkesinambungan.
PT BSP percaya bahwa program relokasi bukan hanya soal pemindahan fisik, tetapi juga membangun hubungan yang lebih erat dan berkelanjutan antara perusahaan dan masyarakat sekitar. Kompensasi yang diberikan bukan sekadar bantuan, melainkan bagian dari komitmen untuk tumbuh dan berkembang bersama.(*)

