Friday, October 30, 2026
HomeOlahragaKONI dan Dispora Batam Pelajari Tata Kelola Olahraga Modern di DKI Jakarta

KONI dan Dispora Batam Pelajari Tata Kelola Olahraga Modern di DKI Jakarta

JAKARTA (BR) – Upaya memperkuat tata kelola organisasi olahraga yang profesional terus dilakukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batam bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Batam. Salah satunya melalui kunjungan studi banding ke KONI Provinsi DKI Jakarta yang berlangsung pada Rabu (3/6/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah KONI dan Dispora Batam untuk mempelajari berbagai praktik terbaik dalam pengelolaan organisasi olahraga, mulai dari sistem pengadaan barang dan jasa, pengelolaan dana hibah, penerapan transaksi non-tunai, hingga pola pembinaan atlet berprestasi yang terukur dan berkelanjutan.

Rombongan Batam dipimpin Kepala Dispora Kota Batam Zulkarnain dan Ketua Umum KONI Kota Batam Rani Rafitriyani. Turut hadir Wakil Ketua KONI Batam Rinaldi Samjaya beserta jajaran pengurus KONI lainnya. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Sekretaris Umum KONI DKI Jakarta Aminullah, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Andri, serta pengurus KONI DKI Jakarta.

Dalam sesi diskusi, berbagai isu strategis menjadi fokus pembahasan. Salah satunya mengenai penerapan sistem pembayaran non-tunai yang saat ini tengah didorong Pemerintah Kota Batam bagi seluruh organisasi penerima bantuan keuangan pemerintah daerah.

Ketua KONI Kota Batam Rani Rafitriyani mengatakan, transformasi tata kelola organisasi olahraga harus sejalan dengan perkembangan sistem administrasi dan keuangan yang semakin transparan.

“Kami ingin belajar dari pengalaman KONI DKI Jakarta dalam menerapkan sistem pembayaran non-tunai dan tata kelola organisasi yang akuntabel. Ini penting agar pengelolaan organisasi olahraga di Batam semakin profesional dan dipercaya masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, rombongan Batam juga menggali informasi terkait pola hubungan kerja antara KONI dan Dispora dalam menjalankan program pembinaan olahraga prestasi. Topik tersebut dinilai penting mengingat sinergi kedua lembaga menjadi salah satu faktor utama dalam menciptakan sistem pembinaan atlet yang efektif.

Wakil Ketua KONI Batam Rinaldi Samjaya menjelaskan bahwa pihaknya juga menaruh perhatian terhadap mekanisme penyaluran dan pengawasan dana hibah yang selama ini menjadi sumber pendanaan utama organisasi olahraga.

Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai regulasi dan sistem pengawasan sangat diperlukan agar penggunaan anggaran dapat berjalan sesuai aturan dan terhindar dari persoalan hukum di kemudian hari.

“Kami ingin mengetahui bagaimana proses pengawasan dilakukan, bagaimana pertanggungjawaban penggunaan anggaran disusun, serta bagaimana pengelolaan dana hibah dapat berjalan secara transparan dan tepat sasaran,” katanya.

Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Sekretaris Umum KONI DKI Jakarta Aminullah memaparkan bahwa seluruh program dan pengelolaan anggaran di lingkungan KONI DKI Jakarta dijalankan berdasarkan regulasi yang berlaku dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Ia menjelaskan bahwa setiap proses pengadaan barang dan jasa melibatkan tenaga profesional yang memiliki kompetensi dan sertifikasi di bidangnya. Bahkan, dalam pengadaan kendaraan operasional pada periode sebelumnya, seluruh tahapan dilaksanakan sesuai aturan dan dilakukan secara terbuka.

“Pengurus tidak terlibat dalam proses teknis pengadaan. Seluruh tahapan dilaksanakan oleh tenaga yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya sehingga setiap proses dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Aminullah.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI DKI Jakarta, Andri, menjelaskan bahwa penyusunan program pembinaan atlet dilakukan melalui pendekatan bottom-up, di mana cabang olahraga diberikan kesempatan menyampaikan kebutuhan program dan anggaran yang kemudian diverifikasi berdasarkan prioritas dan kemampuan keuangan yang tersedia.

Menurutnya, komunikasi yang baik antara KONI, cabang olahraga, dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menciptakan program pembinaan yang tepat sasaran.

Usai sesi diskusi, rombongan Batam diajak meninjau sejumlah fasilitas penunjang yang dimiliki KONI DKI Jakarta. Mulai dari studio broadcasting, pusat pengelolaan media sosial, pusat kebugaran atlet, klinik kesehatan dan layanan kesehatan gigi, ruang psikologi olahraga, hingga ruang Humas dan Sahabat Pers.

Berbagai fasilitas tersebut dinilai mencerminkan konsep pembinaan olahraga modern yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan fisik dan teknik atlet, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan, mental, serta publikasi prestasi olahraga.

Rani Rafitriyani mengaku terkesan dengan sistem dan fasilitas yang dimiliki KONI DKI Jakarta. Menurutnya, sejumlah konsep yang diterapkan dapat menjadi referensi bagi Batam dalam mengembangkan pembinaan olahraga yang lebih maju dan berkelanjutan.

Melalui studi banding ini, KONI dan Dispora Kota Batam berharap dapat mengadopsi berbagai inovasi serta praktik terbaik yang telah diterapkan KONI DKI Jakarta. Harapannya, pengelolaan organisasi olahraga di Batam semakin profesional, transparan, dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.

RELATED ARTICLES
spot_img

BATAM