BATAM (BR) – Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Kota Batam menggelar Musyawarah Kota (Muskot) Tahun 2026 sebagai langkah memperkuat organisasi sekaligus merumuskan arah pembinaan atlet angkat besi untuk empat tahun ke depan. Kegiatan yang berlangsung di Gedung KONI Batam, Minggu (15/2/2026), mengusung tema “Transformasi Organisasi Demi Mencetak Lifter Berkualitas di Kota Batam.”
Muskot dihadiri Ketua Pengprov PABSI Kepulauan Riau Mustava, Sekretaris PABSI Kepri Syawaluddin, Sekretaris Umum KONI Batam T. Helmi Hatta, Bidang Pembinaan Prestasi KONI Batam Daro Nugroho, pengurus cabang olahraga, serta perwakilan klub-klub angkat besi yang ada di Kota Batam.
Dalam sidang musyawarah yang berlangsung penuh semangat kebersamaan, peserta secara bulat menyepakati Riswan sebagai Ketua Umum PABSI Kota Batam periode 2026–2030 melalui mekanisme aklamasi.
Terpilihnya Riswan menandai dimulainya babak baru kepemimpinan PABSI Batam yang diharapkan mampu membawa organisasi semakin profesional dan berorientasi pada peningkatan prestasi atlet.
Dalam sambutannya, Riswan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan seluruh peserta Muskot. Ia berkomitmen untuk memperkuat sinergi dengan seluruh klub dan pemangku kepentingan olahraga guna menciptakan sistem pembinaan atlet yang lebih terarah.
Menurutnya, salah satu langkah yang akan segera dilakukan adalah menyusun kalender kompetisi secara rutin sebagai wadah pembinaan sekaligus sarana mengukur perkembangan kemampuan atlet.
“Kami akan memperkuat pembinaan dan memperbanyak kompetisi agar atlet memiliki kesempatan bertanding secara berkelanjutan. Dengan pembinaan yang baik dan program yang terukur, kami optimistis prestasi angkat besi Batam akan semakin meningkat,” ujarnya.
Riswan juga menegaskan komitmennya untuk mempersiapkan atlet-atlet terbaik Batam agar mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional, hingga berkontribusi pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) di masa mendatang.
Sementara itu, Ketua Pengprov PABSI Kepri Mustava menilai Muskot merupakan momentum penting untuk melakukan evaluasi organisasi sekaligus menyusun strategi pembinaan yang lebih efektif.
Menurutnya, cabang olahraga angkat besi selama ini telah menjadi salah satu penyumbang prestasi terbesar bagi Indonesia di berbagai ajang internasional. Karena itu, pembinaan atlet harus dilakukan secara berjenjang, terukur, dan berkesinambungan.
“Batam memiliki banyak potensi atlet berbakat. Yang dibutuhkan adalah kepengurusan yang solid, program pembinaan yang konsisten, serta komitmen bersama untuk mencetak prestasi jangka panjang,” katanya.
Mustava berharap kepengurusan baru mampu membangun kolaborasi yang kuat dengan Pengprov PABSI Kepri maupun PABSI pusat, terutama dalam peningkatan kualitas pelatih, pembinaan atlet usia dini, serta pengembangan sistem kompetisi yang berkelanjutan.
Apresiasi juga disampaikan Sekretaris Umum KONI Batam, T. Helmi Hatta. Ia menilai pelaksanaan Muskot yang berlangsung secara demokratis dan penuh musyawarah mencerminkan semangat persatuan dalam membangun olahraga di Kota Batam.
Menurutnya, keberhasilan organisasi olahraga tidak hanya ditentukan oleh kepengurusan yang kuat, tetapi juga oleh kemampuan membangun kerja sama dengan seluruh klub dan pelaku olahraga.
“KONI Batam berharap kepengurusan yang baru dapat terus meningkatkan pembinaan atlet dan menjaga semangat kebersamaan sehingga prestasi olahraga Batam semakin berkembang di tingkat provinsi maupun nasional,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya Muskot 2026, PABSI Kota Batam diharapkan mampu melakukan transformasi organisasi yang lebih modern, profesional, dan berorientasi prestasi. Melalui kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Riswan, angkat besi Batam diharapkan semakin berkembang dan melahirkan lifter-lifter potensial yang mampu mengharumkan nama Kota Batam, Kepulauan Riau, hingga Indonesia di berbagai ajang olahraga.

