BATAM (BR) – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Savate Indonesia Kepulauan Riau Tahun 2026 sukses digelar di Elite Martial Art (EMA), Batam. Ajang ini menjadi momentum penting dalam pembinaan atlet sekaligus persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), kejuaraan nasional, hingga kompetisi internasional.
Ketua Umum Pengurus Pusat Savate Indonesia, Eko Raharjo, mengapresiasi antusiasme peserta dan pengurus cabang (Pengcab) dari berbagai daerah yang mengikuti Kejurprov tersebut.
Menurutnya, jumlah peserta yang berasal dari lima kabupaten/kota di Kepulauan Riau menunjukkan perkembangan positif olahraga Savate di daerah.
“Antusiasme atlet dan Pengcab sangat bagus. Untuk ukuran Kepri, peserta dari lima kabupaten/kota ini sudah cukup baik dan menunjukkan bahwa pembinaan berjalan,” ujar Eko.

Ia menjelaskan, Kejurprov tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana sosialisasi regulasi pertandingan, peningkatan kualitas wasit dan pelatih, serta persiapan menghadapi Porprov.
“Kami ingin saat Porprov nanti kualitas pertandingan semakin baik. Melalui Kejurprov ini, pemahaman atlet, wasit dan pelatih terhadap aturan pertandingan bisa mencapai standar yang lebih optimal,” katanya.
Selain itu, Eko menegaskan bahwa Kejurprov Kepri juga menjadi bagian dari proses seleksi menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Atlet terbaik nantinya berpeluang memperkuat Indonesia pada berbagai ajang internasional.
“Hasil dari Kejurnas akan menjadi bagian dari seleksi atlet nasional yang berpotensi mewakili Indonesia di kejuaraan Asia maupun World Combat Games. Bahkan Indonesia juga diminta menjadi tuan rumah ajang internasional pada 2027,” ungkapnya.
Savate sendiri merupakan salah satu dari 11 cabang olahraga bela diri yang berpeluang tampil dalam berbagai multi event bela diri tingkat internasional.
Sementara itu, Ketua Pengprov Savate Indonesia Kepri, Vera Hoendrawati, mengatakan Kejurprov tahun ini diikuti sebanyak 69 atlet yang berasal dari lima kabupaten/kota, yakni Batam, Bintan, Lingga, Karimun dan daerah lainnya di Kepri.
Menurut Vera, kejuaraan ini menjadi bagian dari persiapan menuju Porprov Kepri sekaligus langkah awal menghadapi ajang yang lebih tinggi, termasuk Porwil dan kejuaraan internasional.
“Kami fokus menyiapkan atlet untuk Porprov dan tahun depan juga mulai mempersiapkan diri menghadapi Porwil. Harapannya atlet-atlet Kepri mampu bersaing hingga level internasional,” katanya.
Dalam kejuaraan tersebut, pertandingan mempertandingkan kategori Assault dan Combat, dua nomor utama dalam cabang olahraga Savate.
Vera menambahkan, pembinaan yang dilakukan selama ini tidak hanya berfokus pada atlet, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan wasit dan juri.
“Kami terus melakukan pembinaan. Saat ini sudah ada pelatihan wasit dan juri, serta pengembangan pelatih. Bahkan di EMA terdapat pelatih, wasit, dan atlet yang sudah memiliki pengalaman internasional,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Batam, Dasril, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Savate dalam menggelar kompetisi dan pembinaan atlet.
“KONI Batam siap memberikan dukungan terhadap perkembangan Savate. Kami mengapresiasi karena cabang olahraga ini sudah mampu menyelenggarakan event dan terus melakukan pembinaan atlet,” katanya.
Dasril menegaskan, Savate merupakan salah satu cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Porprov Kepri, sehingga pembinaan yang berkelanjutan menjadi kunci untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi.(*)

