BATAM – Pengurus Provinsi Jujitsu Kepulauan Riau (Kepri) terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun regenerasi atlet berprestasi. Hal itu dibuktikan dengan persiapan keberangkatan belasan atlet muda Kepri yang akan berlaga pada ajang bergengsi Jakarta Jujitsu Open 2026 yang digelar pada 30–31 Mei mendatang.
Kejuaraan terbuka tingkat nasional tersebut akan menjadi ajang penting bagi atlet-atlet muda Kepri untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan menghadapi para atlet terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Menariknya, para atlet muda tersebut akan mendapat bimbingan langsung dari dua atlet andalan Kepri peraih medali Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024, yakni Danang Gunawan peraih medali perak dan Tomi Riono peraih medali perunggu.
Keduanya tidak hanya berperan sebagai mentor bagi atlet-atlet muda, tetapi juga masih akan turun bertanding. Hal itu menunjukkan kuatnya kolaborasi antara atlet senior dan generasi penerus dalam menjaga prestasi Jujitsu Kepri.
Head Coach tim Jujitsu Kepri, Oji, mengatakan pihaknya optimistis menghadapi Jakarta Jujitsu Open 2026. Selain persiapan atlet yang berjalan baik, dukungan penuh dari para orang tua atlet juga menjadi motivasi tersendiri bagi tim.
“Sebagian besar atlet yang berangkat merupakan wajah baru di level nasional. Ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi mereka untuk mendapatkan pengalaman dan meningkatkan mental bertanding,” ujar Oji.
Menurutnya, keberhasilan Jujitsu Kepri meraih berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional tidak membuat pihaknya cepat puas. Justru capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat sistem pembinaan atlet usia dini dan kelompok umur.
Oji yang juga dikenal sebagai salah satu tokoh pengembangan Jujitsu di Kepulauan Riau menjelaskan, saat ini olahraga beladiri tersebut telah berkembang di lima kabupaten dan kota di Kepri. Pembinaan dilakukan melalui berbagai dojo dan pusat latihan yang tersebar di daerah, termasuk di lingkungan perusahaan pengamanan dan instansi penegak hukum.
“Tujuan utama kami adalah memastikan estafet prestasi terus berjalan. Karena itu, pembinaan atlet usia muda menjadi prioritas agar Kepri selalu memiliki atlet-atlet potensial di masa depan,” katanya.
Saat ini, Pengprov Jujitsu Kepri telah menyiapkan pembinaan berjenjang mulai dari kategori usia U-8 hingga U-18. Program tersebut mulai menunjukkan hasil dengan munculnya sejumlah atlet muda berbakat yang telah menorehkan prestasi di berbagai kejuaraan.
Salah satunya adalah Kenzie Aryasatya Ayazi. Atlet berusia 14 tahun tersebut telah mengoleksi berbagai medali di tingkat daerah dan nasional. Bahkan, Kenzie pernah memperkuat kontingen Indonesia pada Kejuaraan Dunia Jujitsu 2025 di Thailand.
Selain Kenzie, terdapat nama Nathaniella Beby Soputan atau Tata yang mencuri perhatian pada debut nasionalnya tahun lalu. Atlet muda tersebut berhasil meraih medali perunggu nomor Jiujitsu -48 kilogram putri pada PON Beladiri II Tahun 2025 di Kudus.
Pada Jakarta Jujitsu Open 2026, Tata dijadwalkan turun pada kategori U-18 nomor Jiujitsu -48 kilogram putri dan Fighting System -48 kilogram putri.
Secara keseluruhan, terdapat 12 atlet yang saat ini sedang menjalani persiapan intensif, yakni Danang, Tomi, Kenzie, Ronal, Galang, Ade, Cio, Tata, Airin, Memey, Khanza, dan Mandhira. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah mengingat pendaftaran peserta masih dibuka.
Dalam kejuaraan nanti, tim Kepri akan mengikuti dua kategori pertandingan, yaitu Jiujitsu (Newaza) dan Fighting System. Beberapa atlet bahkan telah memiliki pengalaman bertanding pada kategori Combat Jujitsu maupun Mixed Martial Arts (MMA).
Ronal, misalnya, pernah meraih kemenangan dalam ajang One Pride MMA. Sementara Danang memiliki pengalaman internasional dengan meraih medali perunggu pada Kejuaraan Dunia Contact Jujitsu di Thailand.
Oji menjelaskan, Jakarta Jujitsu Open dipilih karena merupakan salah satu kejuaraan nasional paling kompetitif yang selalu diikuti atlet-atlet terbaik dari DKI Jakarta, Jawa Barat, dan sejumlah provinsi kuat lainnya.
“Jika atlet Kepri mampu bersaing di kejuaraan ini, maka kami bisa melihat sejauh mana efektivitas program pembinaan yang selama ini dijalankan,” jelas Ketua Umum Pengprov Jujitsu Kepri tersebut.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kepri, Usep RS, memberikan apresiasi atas konsistensi pembinaan yang dilakukan Pengprov Jujitsu Kepri hingga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi di level nasional maupun internasional.
Menurut Usep, keberangkatan atlet-atlet muda ke Jakarta Jujitsu Open 2026 merupakan bukti bahwa sistem pembinaan yang diterapkan berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
“Ini bukan hasil instan, melainkan buah dari proses panjang, disiplin latihan, serta kerja sama antara pelatih, pengurus, atlet, dan dukungan orang tua. Jujitsu Kepri sudah menunjukkan kualitasnya dan harus terus ditingkatkan,” ujar Usep.
Ia menegaskan KONI Kepri akan terus mendorong cabang olahraga potensial untuk berkembang dan berprestasi melalui dukungan terhadap program pembinaan maupun partisipasi atlet dalam berbagai kejuaraan.
“Kami ingin estafet prestasi ini terus berlanjut. Atlet-atlet muda yang saat ini sedang dipersiapkan harus menjadi tulang punggung Kepri pada event besar mendatang, baik Porprov, PON, maupun kejuaraan internasional,” tegasnya.
Melalui keikutsertaan dalam Jakarta Jujitsu Open 2026, Jujitsu Kepri berharap mampu mencetak pengalaman berharga bagi atlet muda sekaligus memperkuat fondasi pembinaan prestasi olahraga beladiri di Kepulauan Riau.

