Friday, October 30, 2026
HomeOlahragaDiikuti 116 Pecatur se-Kepri, Open Chess Turnamen Se Kepri Jadi Ajang Pembinaan...

Diikuti 116 Pecatur se-Kepri, Open Chess Turnamen Se Kepri Jadi Ajang Pembinaan Atlet Berprestasi

BATAM (BR) – Sebanyak 116 pecatur dari berbagai daerah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengikuti Open Chess Turnamen se-Provinsi Kepri yang digelar sebagai wadah penyaluran hobi, menguji kemampuan atlet, sekaligus menjaring bibit-bibit pecatur potensial untuk pembinaan olahraga prestasi.

Ketua Percasi Batam, Niko Nixon Situmorang, mengatakan bahwa penyelenggaraan turnamen ini tidak hanya bertujuan memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyalurkan hobi bermain catur, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet secara berkelanjutan.

“Melalui turnamen ini, kita ingin hobi masyarakat, khususnya para penggemar catur, dapat tersalurkan dengan baik. Di sisi lain, kita juga ingin melakukan uji coba kemampuan atlet, mencari bibit-bibit potensial, dan mendorong lahirnya pecatur yang mampu meraih prestasi hingga menjadi master catur,” ujarnya.

Foto bersama panitia, Ketua Percasi Batam, KONI Batam, Dispora Batam dan seluruh peserta turnamen catur. Foto : Tengku Bayu

Ia menjelaskan, turnamen tersebut juga menjadi salah satu tahapan persiapan untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) KKepri. Ia optimistis olahraga catur Batam memiliki potensi untuk menyumbangkan prestasi dan medali emas bagi kontingen Kota Batam.

“Kita optimistis dengan potensi yang ada. Target kita bisa meraih 10 medali emas di Porprov Kepri nanti. Mudah-mudahan melalui pembinaan yang konsisten, atlet-atlet catur Batam dapat memberikan kontribusi terbaik bagi daerah,” katanya.

Selain berorientasi pada prestasi atlet, kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum bagi pengurus catur untuk semakin aktif dalam menjalankan program pembinaan, memperluas partisipasi masyarakat, serta memperkuat organisasi agar olahraga catur semakin berkembang di Kota Batam.

Sementara itu, Bidang Humas KONI Batam, Tengku Bayu, menyampaikan bahwa turnamen tersebut merupakan ruang penting bagi pecatur di Kepulauan Riau untuk meningkatkan kemampuan dan memperluas pengalaman kompetisi.

“Melalui turnamen ini, kita berharap dapat memberikan ruang bagi para pecatur di Kepulauan Riau untuk mengasah kemampuan, mengukur hasil latihan, memperluas pengalaman bertanding, dan membangun persaudaraan antaratlet dari berbagai daerah,” ujarnya.

Menurutnya, penyelenggaraan kompetisi seperti ini merupakan bagian penting dari pembinaan olahraga prestasi. Potensi atlet catur harus terus dikembangkan agar memiliki daya saing dan mampu tampil di level yang lebih tinggi, baik regional maupun nasional.

Ia juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pengurus cabang olahraga, pelatih, klub, sekolah, hingga orang tua, untuk bersama-sama memberikan dukungan terhadap pembinaan atlet sejak usia dini.

“Mari kita jadikan Open Chess Turnamen se-Provinsi Kepulauan Riau ini sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas kompetisi, dan melahirkan bibit-bibit pecatur berprestasi yang dapat mengharumkan nama Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau,” tuturnya.

Dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen ini juga disampaikan Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Batam, Gufron. Ia mengapresiasi inisiatif penyelenggaraan kompetisi tersebut sebagai langkah positif dalam mengembangkan olahraga catur sekaligus membangun karakter generasi muda.

Menurut Gufron, catur memiliki filosofi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, terutama dalam membentuk kemampuan berpikir strategis, kesabaran, dan keberanian mengambil keputusan.

“Dalam catur, ada tiga hal penting yang bisa kita pelajari, yaitu berpikir sebelum bertindak, sabar menghadapi tekanan, dan berani mengambil keputusan. Filosofi ini juga sangat relevan dalam kehidupan,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi batu loncatan bagi para pecatur untuk meningkatkan prestasi, mulai dari tingkat kota hingga nasional dan internasional. Selain itu, turnamen ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, bertukar pengalaman, serta menambah wawasan dan ilmu bagi para peserta.

“Pemerintah Kota Batam memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Kita berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik menekuni catur dan nantinya mampu berkembang menjadi pecatur berprestasi, bahkan menjadi master,” ujarnya.

Gufron menambahkan, pembangunan olahraga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pengurus cabang olahraga, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat. Dukungan bersama diharapkan mampu menciptakan lingkungan pembinaan yang positif sehingga potensi generasi muda dapat berkembang secara maksimal.

“Melalui Open Chess Turnamen se-Provinsi Kepri ini, diharapkan olahraga catur di Kota Batam dan Kepulauan Riau semakin diminati, pembinaan atlet berjalan lebih terarah, serta lahir pecatur-pecatur potensial yang mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di berbagai kejuaraan,” ucapnya.(*)

RELATED ARTICLES
spot_img

BATAM