Friday, October 30, 2026
HomeBatamBuralimar Resmi Nahkodai BWI Batam, Siap Gali dan Kelola Potensi Wakaf Umat

Buralimar Resmi Nahkodai BWI Batam, Siap Gali dan Kelola Potensi Wakaf Umat

BATAM (BR) – Berdasarkan Keputusan Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI) Nomor 058/BWI/P-BWI/2025 tertanggal 15 Mei 2025, telah ditetapkan kepengurusan baru Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Batam masa bakti 2025–2028. Posisi Ketua dipercayakan kepada tokoh senior Buralimar, yang kini siap menghimpun dan mengelola potensi wakaf umat di Kota Batam.

Buralimar mengungkapkan bahwa BWI Batam yang sudah ada sejak 2005 sempat vakum sejak awal tahun ini. Namun, dengan terbentuknya kepengurusan baru yang berjumlah 11 orang dan 3 anggota Dewan Pertimbangan yang diketuai oleh Firmansyah, BWI Batam kembali bergerak aktif.

“Tugas utama kami adalah melaksanakan kebijakan pusat, membina para nazhir, mengelola tanah wakaf, serta menjalankan tugas lain yang dilimpahkan dari BWI Pusat dan Provinsi,” ujar Buralimar, yang akrab disapa Bang Bur oleh kalangan media.

Dalam rapat awal kepengurusan, sejumlah program prioritas telah disusun, antara lain: pengajuan dana operasional ke Kemenag RI, reaktivasi dan renovasi sekretariat BWI, persiapan pelantikan pengurus, hingga penyusunan program kerja masing-masing divisi. Divisi-divisi tersebut mencakup Pembinaan Nazhir dan Pengelolaan Wakaf, Humas dan Literasi Wakaf, Kerjasama Kelembagaan dan Advokasi, Pendataan Sertifikasi dan Ruislagh, serta Pengawasan dan Tata Kelola.

Meski pelantikan belum digelar, BWI Batam telah bergerak cepat melakukan sosialisasi dan identifikasi potensi wakaf, baik dalam bentuk harta tidak bergerak seperti tanah, rumah, dan ruko, maupun wakaf uang dan bentuk lainnya sesuai peraturan perundang-undangan.

Menurut Buralimar, potensi wakaf di Kota Batam sangat besar. Dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 1,2 juta jiwa pada 2024, sekitar 900 ribu di antaranya adalah umat Islam. “Bayangkan jika tiap jiwa mewakafkan Rp10.000 per tahun, maka bisa terkumpul Rp9 miliar. Jika hanya 30 persen saja yang efektif, kita tetap bisa mengelola Rp3 miliar per tahun, atau Rp9 miliar dalam 3 tahun masa kepengurusan,” paparnya.

Dana tersebut akan dikelola untuk mendukung sektor ekonomi produktif, pendidikan, kesehatan, dan program sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Lebih lanjut, Buralimar menjelaskan bahwa Batam sudah menjadi pelopor dalam pengembangan wakaf, bahkan sebelum terbentuknya BWI secara nasional pada 2004. Batam telah memiliki badan wakaf lokal dan aset berupa ruko yang difungsikan sebagai sekretariat dan klinik bersalin.

“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat, khususnya umat Islam. Ini adalah amanah besar, dan BWI Batam sebagai perwakilan BWI Pusat tidak seotonom lembaga lain. Kami harap ada dukungan kuat dari Pemerintah Kota Batam agar BWI dapat lebih diberdayakan dan memberi manfaat nyata bagi umat,” harap Bang Bur.

Ia menegaskan pentingnya wakaf sebagai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bahkan setelah seseorang meninggal dunia. BWI Kota Batam mengusung tagline “Wakaf, Pahalanya Mengalir Tiada Akhir” sebagai pengingat akan nilai abadi dari wakaf.

RELATED ARTICLES
spot_img

BATAM