Friday, October 30, 2026
HomeBatamKunjungan Wisman ke Batam Turun, Wali Kota Tetap Optimistis

Kunjungan Wisman ke Batam Turun, Wali Kota Tetap Optimistis

BATAM (BR) – Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mengalami penurunan pada Maret 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, TPK tercatat sebesar 46,25 persen, menurun 2,11 persen dibanding Februari yang sebesar 48,36 persen.

Tak hanya TPK, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam juga menunjukkan tren penurunan selama tiga bulan terakhir. Pada Februari 2025, jumlah kunjungan wisman tercatat sebanyak 104.684 orang, sementara pada Maret turun menjadi 100.279 orang atau menurun 4,21 persen.

Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam, M. Aidil Sahalo, menyebut penurunan TPK salah satunya disebabkan oleh kebijakan efisiensi belanja pemerintah yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025.

“Penurunan TPK ini selain karena efisiensi belanja pemerintah, juga berkorelasi dengan menurunnya kunjungan wisman,” ujarnya, Kamis (15/5/2025).

Sementara itu, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyatakan optimisme bahwa TPK masih dapat meningkat, terutama dari kontribusi sektor swasta.

“Efisiensi hanya berdampak pada sektor pemerintah. Sektor swasta tetap tumbuh dan berkembang. Batam masuk lima besar daerah dengan capaian PAD terbaik nasional pada Triwulan I, yakni 32,08 persen. Itu menandakan proyeksi APBD berjalan baik. Kalau ada keluhan dari hotel dan restoran, perlu dimaknai lebih dalam,” ungkap Amsakar.

Terkait penurunan jumlah wisman, Amsakar menekankan bahwa Batam tetap memiliki keunggulan dari sisi aksesibilitas, baik dari jalur laut melalui pelabuhan internasional, maupun udara lewat Bandara Hang Nadim.

“Batam punya akses langsung ke beberapa negara. Itu menjadi nilai tambah kita. Bahkan selama beberapa tahun terakhir, Batam selalu menempati posisi dua atau tiga terbesar nasional dalam hal kunjungan wisman. Tahun lalu kita mencapai 1,3 juta wisman dan 3 juta wisatawan domestik,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Batam masih sangat kuat, didukung lima sektor utama: Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Penerangan Jalan (PPJ), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak hotel, serta pajak restoran.

“Dari lima sektor ini, kontribusinya sangat signifikan. Maka dari itu, kita tetap harus optimis ke depan,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES
spot_img

BATAM