Friday, October 30, 2026
HomePolitikDari Sampah hingga Lahan Pemakaman, Aspirasi Warga Sungai Beduk Disuarakan Saat Reses...

Dari Sampah hingga Lahan Pemakaman, Aspirasi Warga Sungai Beduk Disuarakan Saat Reses Anwar Anas

BATAM (BR) – Berbagai persoalan krusial di wilayah Sungai Beduk mencuat dalam agenda reses Anggota DPRD Kota Batam dari Fraksi Gerindra, Anwar Anas. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat bersama para tokoh masyarakat, sejumlah isu seperti keterbatasan lahan pemakaman, pengelolaan sampah, infrastruktur, pendidikan, hingga pengembangan sumber daya manusia, menjadi fokus utama pembahasan.

Reses yang digelar sebagai bagian dari masa sidang DPRD Kota Batam ini menjadi ruang dialog terbuka yang konstruktif antara wakil rakyat dan masyarakat. Tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang diundang untuk menyampaikan masukan, kritik, serta gagasan demi kemajuan kawasan Sungai Beduk.

Lahan Pemakaman dan Infrastruktur Jadi Sorotan Awal

Ketua LAM Sungai Beduk, Zakaria, membuka diskusi dengan menyoroti keterbatasan lahan pemakaman di Kavling Bagan. Ia meminta dukungan seluruh anggota dewan dari Dapil 3 untuk memperjuangkan alokasi lahan pemakaman baru yang representatif.

Masalah infrastruktur juga mencuat. Candra, Ketua RW di Buana Garden, menyoroti pembangunan gorong-gorong dan saluran air oleh pengembang yang tidak sesuai dengan kapasitas aliran. Ia meminta pemerintah melakukan pengawasan ketat terhadap pembangunan perumahan, terutama di wilayah Tanjung Piayu yang mengalami pertumbuhan pesat akibat relokasi warga dari daerah lain.

Sampah, Pendidikan, dan Sosial Jadi Perhatian Bersama

Masalah pengelolaan sampah disuarakan oleh Amroni, yang mendorong inisiatif pemilahan sampah rumah tangga untuk mengurangi volume sampah ke TPA dan menciptakan nilai ekonomi melalui daur ulang. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas elemen masyarakat untuk membangun Sungai Beduk secara berkelanjutan.

Sementara itu, Said Annahari menekankan perlunya penambahan fasilitas pendidikan seiring pertumbuhan penduduk yang signifikan di kawasan tersebut. Suprapto menyoroti praktik warga yang menutup parit demi kepentingan pribadi, yang menjadi penyebab banjir. Ia juga mengusulkan pendirian Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas untuk meningkatkan kapasitas pemuda lokal.

Fahrizal menambahkan perlunya database anak-anak muda yang belum bekerja sebagai dasar pengambilan kebijakan yang tepat sasaran. Ia juga menyarankan pembatasan kendaraan pribadi bagi pelajar untuk mengurangi kemacetan di titik-titik rawan, seperti sekitar bundaran GMP Masjid Mujahidin.

Gagasan Ekologis dan Tata Ruang Muncul

Dalam forum yang sama, Alinar mengusulkan pembentukan bank sampah sebagai upaya mengurangi limbah sekaligus membuka peluang kegiatan produktif bagi ibu rumah tangga. Sementara itu, Toyib menekankan pentingnya pembangunan perumahan vertikal sebagai solusi jangka panjang atas keterbatasan lahan dan pengaturan tata ruang kota yang semakin kompleks.

Anwar Anas: Pembangunan Harus Dilakukan Bersama

Menanggapi berbagai masukan yang disampaikan, Anwar Anas menegaskan pentingnya membangun Sungai Beduk secara kolektif. Menurutnya, sinergi antara masyarakat, pemangku kebijakan, dan aparat menjadi kunci keberhasilan pembangunan kawasan.

“Membangun Sungai Beduk tidak bisa hanya dengan satu tangan. Harus bersama-sama, dengan semangat kolektif dan keberpihakan pada kebutuhan riil warga,” ujar Anwar.

Reses ini juga mendapat dukungan dari Kapolsek Sungai Beduk IPTU Alex dan Sekcam Sungai Beduk, Anwar, SE. Keduanya menyatakan komitmen untuk terus bersinergi mendukung berbagai program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.(*)

RELATED ARTICLES
spot_img

BATAM