Friday, October 30, 2026
HomeEkbisRony Widijarto: Ekonomi Kepri Tetap Tumbuh Kuat, Tertinggi di Sumatera pada Triwulan...

Rony Widijarto: Ekonomi Kepri Tetap Tumbuh Kuat, Tertinggi di Sumatera pada Triwulan I 2026

BATAM (BR) – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto P., menyampaikan bahwa perekonomian Kepulauan Riau (Kepri) pada triwulan I 2026 menunjukkan kinerja yang tetap kuat di tengah berbagai tantangan dan dinamika ekonomi global.

“Pada triwulan I 2026, perekonomian Kepri tumbuh sebesar 7,04 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Angka ini berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,61 persen dan menjadikan Kepri sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera,” kata Rony dalam keterangan resminya.

Menurut Rony, pertumbuhan ekonomi Kepri masih didukung oleh sektor-sektor utama, yakni industri pengolahan, pertambangan, konstruksi, serta perdagangan. Dari sisi pengeluaran, investasi, net ekspor, dan konsumsi rumah tangga menjadi faktor utama yang menopang pertumbuhan tersebut.

Selain ekonomi yang tumbuh kuat, stabilitas sistem keuangan Kepri juga tetap terjaga. Hingga April 2026, penyaluran kredit perbankan di Kepri mencapai Rp105,42 triliun atau tumbuh 23,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan kredit yang tinggi menunjukkan optimisme dunia usaha dan masyarakat terhadap prospek ekonomi Kepri. Pada saat yang sama, Dana Pihak Ketiga juga tumbuh 15,54 persen menjadi Rp107,08 triliun, yang mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan,” katanya.

Rony menjelaskan, fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan baik dengan risiko kredit yang terkendali. Hal tersebut terlihat dari rasio Non-Performing Loan (NPL) yang berada pada level 1,14 persen.

Sementara itu, kredit UMKM juga terus menunjukkan perkembangan positif dengan pertumbuhan 8,37 persen (yoy), disertai rasio NPL yang tetap terjaga pada angka 2,62 persen.

Di sisi lain, inflasi Kepri pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,92 persen (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 3,06 persen (yoy).

“Kami terus mencermati perkembangan inflasi, terutama yang bersumber dari harga pangan, biaya transportasi, serta potensi dampak kenaikan harga energi. Oleh karena itu, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah terus memperkuat sinergi melalui berbagai program pengendalian inflasi,” ujar Rony.

Sejumlah langkah pengendalian inflasi yang telah dilakukan antara lain High Level Meeting TPID Kota Batam, edukasi masyarakat terkait inflasi dan belanja bijak, publikasi iklan layanan masyarakat, peluncuran Gerakan Menanam Cabai Kepri (GEMARI), hingga pelaksanaan Program Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (PI-KEKDA).

Memasuki triwulan II 2026, Rony memperkirakan ekonomi Kepri masih akan tumbuh kuat meskipun sedikit melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu akibat normalisasi aktivitas sektor pertambangan setelah mencatatkan pertumbuhan tinggi pada tahun sebelumnya.

“Meski ada perlambatan pada sektor pertambangan karena faktor high base effect, sektor industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, investasi, dan konsumsi rumah tangga diperkirakan tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Kepri,” jelasnya.

Secara keseluruhan, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Kepri sepanjang 2026 berada pada kisaran 6,0 hingga 6,8 persen.

Untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan, Rony menegaskan pentingnya pengembangan sumber-sumber ekonomi baru yang mampu memberikan nilai tambah lebih luas bagi masyarakat.

“Kami melihat pengembangan pariwisata dan penguatan UMKM menjadi strategi penting untuk memperluas basis pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, Bank Indonesia terus mendorong peningkatan kapasitas, korporatisasi, dan akses pembiayaan bagi UMKM, termasuk di wilayah kepulauan seperti Lingga, Natuna, dan Anambas,” katanya.

Melalui rangkaian Road to Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2026, Bank Indonesia Kepri juga menjalankan berbagai program pengembangan UMKM seperti inkubasi Tenun Karimun dan Kreasi Tudung Manto Lingga, onboarding digital, kurasi produk unggulan, peningkatan kualitas produk, serta fasilitasi promosi dan temu bisnis.

Selain itu, BI Kepri akan menggelar QRIS Jelajah Indonesia (QJI) 2026 bertema “Jelajah Kuliner Indonesia”, Creative and Innovative Riau Island Carnival (CERNIVAL), serta Pekan QRIS Nasional (PQN) sebagai bagian dari upaya mempercepat digitalisasi sistem pembayaran sekaligus mendukung promosi UMKM dan pariwisata daerah.

“Digitalisasi sistem pembayaran bukan hanya soal kemudahan transaksi, tetapi juga menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, dunia usaha, dan masyarakat, kami optimistis Kepri dapat terus tumbuh secara berkelanjutan, inklusif, dan bernilai tambah tinggi,” tutup Rony.

RELATED ARTICLES
spot_img

BATAM