Friday, October 30, 2026
HomeEkbisSTANIA Gandeng Asahi Solder, Perkuat Hilirisasi Timah Indonesia ke Industri Elektronik

STANIA Gandeng Asahi Solder, Perkuat Hilirisasi Timah Indonesia ke Industri Elektronik

BATAM (BR) – Upaya memperkuat hilirisasi industri timah di Indonesia terus dikembangkan melalui kerja sama antara PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA), anak usaha PT Arsari Tambang, dengan Singapore Asahi Chemical & Solder Industries Pte. Ltd. (Asahi Solder).

Kedua perusahaan menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di pabrik STANIA, Batam. Kerja sama tersebut mengusung tema “Strengthening Indonesia’s Downstreaming Industry through Strategic Partnership” atau memperkuat hilirisasi industri timah Indonesia melalui kemitraan strategis.

Kemitraan ini diarahkan untuk mengembangkan produk solder bernilai tambah, meningkatkan kemampuan teknologi dan standar kualitas, sekaligus membuka peluang perluasan pasar, khususnya untuk kebutuhan industri elektronik.

STANIA sendiri merupakan bagian dari ekosistem hilirisasi timah yang dikembangkan PT Arsari Tambang. Ekosistem tersebut mencakup rantai industri dari sektor pertambangan hingga pengolahan dan menghasilkan produk hilir bernilai tambah.

Pabrik STANIA di Batam resmi beroperasi pada Juli 2025 dengan kapasitas awal mencapai 2.000 ton per tahun. Saat ini, fasilitas tersebut telah memproduksi solder bar dan terus mengembangkan produk solder dengan tingkat nilai tambah yang lebih tinggi.

Direktur Utama PT Arsari Tambang sekaligus Wakil Presiden Direktur Arsari Group, Aryo P. S. Djojohadikusumo, mengatakan kerja sama dengan Asahi Solder merupakan bagian dari visi perusahaan dalam membangun ekosistem industri masa depan di Indonesia.

Menurutnya, pengembangan STANIA tidak hanya berorientasi pada produksi solder, tetapi juga diarahkan untuk membangun rantai nilai yang menghubungkan sumber daya alam, material bernilai tambah, manufaktur, hingga teknologi.

“STANIA merupakan bagian dari Arsari Tambang, yang merupakan sub-holding dari Arsari Group. Karena itu, kerja sama hari ini bukan hanya tentang pengembangan produk solder, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun rantai nilai yang menghubungkan sumber daya alam, material bernilai tambah, manufaktur, hingga teknologi masa depan,” ujar Aryo.

Ia menjelaskan, Arsari Group saat ini juga tengah mengembangkan ekosistem teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) melalui RAIA Grid. Ekosistem tersebut mencakup konektivitas, fiber, pusat data, cloud, high-performance computing, hingga teknologi AI.

Selain itu, Arsari Group juga tengah mempersiapkan kemampuan GPU assembly di Indonesia.

Menurut Aryo, perkembangan industri teknologi tersebut membutuhkan dukungan industri manufaktur dan rantai pasok yang kuat, termasuk ketersediaan material bernilai tambah dari dalam negeri.

“Kami ingin melihat timah Indonesia terus bergerak naik dalam rantai nilai—dari komoditas menjadi material bernilai tambah, kemudian terhubung dengan industri electronic manufacturing dan pada akhirnya mendukung ekosistem teknologi dan AI yang sedang dibangun di Indonesia,” katanya.

Perluas Produk dan Pasar

Sementara itu, Pemilik sekaligus Managing Director Singapore Asahi Chemical & Solder Industries Pte. Ltd., Vincent Kho, menyambut positif kerja sama dengan STANIA.

Ia menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri hilir timah, khususnya dengan menggabungkan kemampuan manufaktur dalam negeri dengan pengalaman dan teknologi Asahi Solder di bidang soldering dan electronic interconnect materials.

“Kami menyambut baik terjalinnya kemitraan strategis dengan STANIA. Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan industri hilir timah,” ujar Vincent.

Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan peluang baru dalam pengembangan produk bernilai tambah sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri elektronik global.

Melalui MoU tersebut, STANIA dan Asahi Solder akan mengeksplorasi sejumlah peluang kerja sama, mulai dari pengembangan produk, teknologi, peningkatan kualitas hingga perluasan akses pasar.

Salah satu produk yang berpotensi dikembangkan adalah produk solder dengan nilai tambah lebih tinggi, termasuk solder paste yang banyak digunakan dalam proses manufaktur komponen elektronik.

Dorong Hilirisasi Berkelanjutan

Pengembangan industri hilir STANIA juga diarahkan untuk berjalan seiring dengan aspek keberlanjutan lingkungan. Fasilitas produksi di Batam dikembangkan dengan mempertimbangkan efisiensi energi, pengurangan emisi serta aspek lingkungan dalam proses operasionalnya.

Bagi Arsari Group, penguatan hilirisasi tidak hanya berkaitan dengan peningkatan nilai ekonomi komoditas, tetapi juga perlu dibarengi inovasi, pengembangan teknologi, serta praktik industri yang berkelanjutan.

Langkah tersebut juga sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong hilirisasi sumber daya alam, peningkatan investasi dan penguatan industri nasional.

Kerja sama STANIA dan Asahi Solder diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperluas pemanfaatan timah Indonesia dari sekadar komoditas menjadi bahan baku industri dengan nilai tambah lebih tinggi.

Dengan pengembangan tersebut, timah Indonesia diarahkan untuk masuk lebih jauh ke rantai manufaktur, industri elektronik, hingga mendukung kebutuhan ekosistem teknologi masa depan.(*)

RELATED ARTICLES
spot_img

BATAM