Friday, October 30, 2026
HomeOlahragaShafira Devi Herfesa, Pecatur Muda Sleman Tembus Piala Dunia Catur FIDE 2025

Shafira Devi Herfesa, Pecatur Muda Sleman Tembus Piala Dunia Catur FIDE 2025

Jakarta (BR) – Perjalanan gemilang pecatur muda Indonesia, Shafira Devi Herfesa, menuju Piala Dunia Catur FIDE Women’s World Cup 2025 menjadi bukti nyata bahwa talenta dan kerja keras mampu mengalahkan segala keterbatasan. Gadis kelahiran Sleman, 13 Desember 2008 ini, mencetak sejarah sebagai satu-satunya pecatur tanpa gelar internasional yang berhasil menembus tiga besar kejuaraan Zona 3.3 Asia Timur dan Asia Tenggara, sekaligus meraih tiket ke Piala Dunia Catur 2025 di India pada Oktober mendatang.

Kejuaraan yang digelar di Ulaanbaatar, Mongolia, pada 22 April–2 Mei 2025 itu mempertemukan para pecatur terbaik dari tujuh negara: Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Vietnam, dan Mongolia. Indonesia mengirim enam pecatur, terdiri dari empat putra dan dua putri, salah satunya Shafira.

Awalnya tak diunggulkan, Shafira justru tampil mengejutkan. Di babak penentuan, ia sukses mengalahkan Woman Grandmaster (WGM) Turmunkh Munkhzul dari Mongolia. Kemenangan itu membawa Shafira mengakhiri turnamen dengan 7 poin dari 9 babak, unggul atas WGM Janelle Mae Frayna dari Filipina dan WCM Bayasgalan dari Mongolia.

Keberhasilannya ini tidak hanya mengantarkannya ke pentas dunia, namun juga membuatnya resmi menyandang gelar Woman International Master (WIM) – sebuah pencapaian luar biasa bagi seorang pecatur muda yang baru menapaki pelatnas junior sejak Agustus 2023.

“Alhamdulillah senang dan bangga. Sebelum babak terakhir, saya masih di posisi keempat. Saya harus menang lawan posisi satu, dan posisi dua harus kalah. Ternyata semua skenario itu terjadi. Saya menang dan unggul lewat tie-break (TB 1),” ujar Shafira saat ditemui di JAPFA Fide Rated International Chess Tournament 2025, di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta, Sabtu (10/5).

Bakat luar biasa Shafira mulai diasah sejak usia 3 tahun, ketika ia diperkenalkan pada olahraga catur oleh ayahnya, yang juga seorang pecatur era 2000-an. Sejak kelas 2 SD, ia rutin mengikuti berbagai kejuaraan, hingga perlahan mengoleksi prestasi demi prestasi, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Awalnya dikenalin catur sama ayah pas masih kecil, usia 3 tahun. Kelas 2 SD mulai ikut kejuaraan tingkat kecamatan. Sekarang alhamdulillah bisa masuk pelatnas junior,” ujar Shafira, yang saat ini masih duduk di bangku SMPN 4 Depok, Sleman, Yogyakarta.

Atas pencapaian ini, Ketua Umum PB Percasi Utut Adianto menyatakan bahwa proses regenerasi pecatur Indonesia berjalan di jalur yang tepat.

“Tanggal 1 Mei lalu, kita bersyukur ada anak kita dari Sleman jadi juara Zona Asia. Tapi lebih dari itu, generasi pecatur baru telah lahir. Sebelumnya, hanya ada tiga pecatur putri Indonesia yang juara zona: Irene Kharisma, Medina, dan kini Shafira,” ungkap Utut bangga.

Dengan semangat, bakat, dan disiplin luar biasa, Shafira Devi Herfesa kini bersiap mengibarkan Merah Putih di panggung catur dunia. Indonesia menaruh harapan besar padanya sebagai bagian dari generasi emas pecatur masa depan.

sumber : kemenpora.go.id

RELATED ARTICLES
spot_img

BATAM