Friday, October 30, 2026
HomeOtoproperPemerintah Siapkan 20 Ribu Rumah Subsidi untuk Pekerja Migran Indonesia

Pemerintah Siapkan 20 Ribu Rumah Subsidi untuk Pekerja Migran Indonesia

SUBANG (BR) – Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bekerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menyiapkan sebanyak 20 ribu unit rumah subsidi bagi pekerja migran Indonesia. Program ini bertujuan untuk memberikan akses hunian layak dan terjangkau melalui skema Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP).

Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian PKP, Imran, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari realisasi Program Tiga Juta Rumah yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto. “Program ini adalah bentuk karpet merah pemerintah bagi rakyat, khususnya pekerja migran yang telah berkontribusi besar dalam peningkatan devisa negara. Inilah saatnya mereka memiliki rumah sendiri yang layak dan berkualitas,” ujar Imran saat peluncuran program di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Berbagai kemudahan diberikan untuk mendukung program ini, termasuk pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), percepatan penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dari 45 hari menjadi hanya 10 hari, serta pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk rumah hingga Rp2 miliar. “Ini merupakan wujud nyata komitmen negara dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja migran,” tambah Imran.

Menteri P2MI, Abdul Kadir Karding, menyebut bahwa inisiatif ini merupakan langkah bersejarah dan baru pertama kali dijalankan di Indonesia. “Program ini lahir atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang sangat peduli terhadap nasib pekerja migran. Hanya dalam satu bulan sejak perencanaan, program ini sudah bisa terlaksana dengan baik berkat kolaborasi lintas kementerian dan lembaga,” tegasnya.

Ia menambahkan, pekerja migran yang tersebar di berbagai negara seperti Korea Selatan dan Jepang rata-rata memiliki penghasilan Rp15 hingga Rp25 juta per bulan. Menurut data BPS, devisa dari pekerja migran Indonesia mencapai Rp253,3 triliun per tahun, menjadikannya penyumbang devisa terbesar kedua setelah sektor migas.

“Para pekerja migran layak disebut pahlawan devisa. Karena itu, kita harus memberikan kemudahan dan kepastian mereka bisa memiliki rumah sepulang dari luar negeri. Program ini akan menjangkau seluruh wilayah Indonesia,” ujar Abdul Kadir.

Salah satu penerima manfaat, Nurlia, yang pernah bekerja di Hong Kong, mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, program ini sangat membantu. Terima kasih Pak Prabowo atas perhatian kepada kami para pekerja migran. Saya bisa punya rumah sendiri lewat KPR FLPP ini,” ujarnya dengan haru.

Sementara itu, Bupati Subang Reynaldi Putra Andita menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penuh program ini. “Kami siap bersinergi dengan seluruh pihak terkait agar program ini sukses dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya para pekerja migran asal Subang,” ujarnya.

Program penyediaan rumah subsidi ini diharapkan menjadi simbol harapan baru bagi pekerja migran Indonesia untuk memulai kehidupan yang lebih baik bersama keluarga di tanah air.

sumber : indonesia.go.id

RELATED ARTICLES
spot_img

BATAM